Industri Startup Digital di Era Milenial

Era milenial sudah kita masuki, zaman teknologi hampir tidak bisa kita hindari, bahkan peralatan canggih dengan teknologi digital menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari. Sejak dari bangun tidur sebagian besar dari kita sudah menggunakan smartphone sebagai alarm, pesan makanan untuk sarapan menggunakan applikasi Android, mau berangkat kerja naik ojek online dan seterusnya hingga malam menjelang tidur pun masih mendengarkan lagu via streaming lewat aplikasi musik. Itulah sebabnya teknologi digital merupakan bidang yang sedang populer saat ini.

Selaras dengan popularitas teknologi digital tersebut maka industri digital semakin menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengusaha dan pengembang terutama para pemain baru. Sehingga muncul industri rintisan atau sering disebut startup di bidang teknologi digital. Startup digital mulai berkembang di Indonesia tidak terkecuali di Surabaya.

Institut Teknologi Telkom Surabaya sebagai salah satu kampus di Surabaya yang memiliki Fakultas Teknologi Industri dan Informasi (FTII) dimana di dalamnya akan mempelajari bagaimana membangun industri software sebagai inti dari startup digital. Sebagai penambah referensi di dunia startup digital, pada salah satu kesempatan FTII-ITTelkom Surabaya mengadakan acara Bincang Startup bersama Moh. Fajar Rajasa Fikri selaku Manager Digital Innovation Lounge (DILo) Surabaya.

Mas Fikri (begitu beliau disapa) menjelaskan bahwa DILo merupakan creative camp / community center yang bertujuan menciptakan bibit-bibit digitalpreneur yang selanjutnya siap masuk ke industri atau menjadi pendiri startup. DILo membantu memfasilitasi mulai co-working space, meeting room, Classroom, Lounge, hingga mempertemukan para kreator digital dengan para investor. DILo juga membina beberapa komunitas agar mampu mendirikan startup digital. Beberapa kegiatannya yaitu:

  1. Coding Mum (Program BEKRAF-MIKTI-DILO), merupakan pelatihan pemrograman untuk ibu-ibu rumah tangga yang berminat terjun ke industri digital.
  2. BEKUP (BEKRAF for Startup), bertujuan untuk meningkatkan jumlah startup berkualitas di Indonesia melalui program untuk membekali calon pendiri startup dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan sehingga pada akhirnya dapat meminimalisir resiko kegagalan.
  3. DILO Festival, festival tahunan yang mengumpulkan para pelaku startup digital.
  4. Community Gathering, kegiatan gathering bersama komunitas-komunitas.

Dalam kesempatan itu juga ITTelkom Surabaya juga ingin menjalin kerja sama dengan DILo agar nanti mahasiswa ITTelkom Surabaya bisa menjadi pelaku industri startup digital. Sehingga lulusan dari ITTelkom Surabaya mampu bersaing dengan startup-startup besar yang sudah malang-melintang di dunia digital.

 

Oleh : Fidi

Leave a reply